Jumat, 02 Juli 2010

rogers

Monday, 02.05.2005 10:00
Carl Rogers : Psikolog Aliran Humanisme
Posted on Psychology.
Carl Ransom Rogers lahir pada tanggal 8 Januari 1902 di Oak Park, Illinios, Chicago. Rogers meninggal dunia pada tanggal 4 Pebruari 1987 karena serangan jantung.
Latar belakang: Rogers adalah putra keempat dari enam bersaudara. Rogers dibesarkan dalam keluarga yang berkecukupan dan menganut aliran protestan fundamentalis yang terkenal keras, dan kaku dalam hal agama, moral dan etika. Rogers terkenal sebagai seorang tokoh psikologi humanis, aliran fenomenologis-eksistensial, psikolog klinis dan terapis, ide – ide dan konsep teorinya banyak didapatkan dalam pengalaman -pengalaman terapeutiknya.
Ide pokok dari teori – teori Rogers yaitu individu memiliki kemampuan dalam diri sendiri untuk mengerti diri, menentukan hidup, dan menangani masalah – masalah psikisnya asalkan konselor menciptakan kondisi yang dapat mempermudah perkembangan individu untuk aktualisasi diri.

Menurut Rogers motivasi orang yang sehat adalah aktualisasi diri. Jadi manusia yang sadar dan rasional tidak lagi dikontrol oleh peristiwa kanak – kanak seperti yang diajukan oleh aliran freudian, misalnya toilet trainning, penyapihan ataupun pengalaman seksual sebelumnya.
Aktualisasi diri adalah proses menjadi diri sendiri dan mengembangkan sifat-sifat dan potensi -potensi psikologis yang unik. Aktualisasi diri akan dibantu atau dihalangi oleh pengalaman dan oleh belajar khususnya dalam masa kanak – kanak. Aktualisasi diri akan berubah sejalan dengan perkembangan hidup seseorang. Ketika mencapai usia tertentu (adolensi) seseorang akan mengalami pergeseran aktualisasi diri dari fisiologis ke psikologis.
Rogers dikenal juga sebagai seorang fenomenologis, karena ia sangat menekankan pada realitas yang berarti bagi individu. Realitas tiap orang akan berbeda – beda tergantung pada pengalaman – pengalaman perseptualnya. Lapangan pengalaman ini disebut dengan fenomenal field. Rogers menerima istilah self sebagai fakta dari lapangan fenomenal tersebut.
Konsep diri menurut Rogers adalah kesadaran batin yang tetap, mengenai pengalaman yang berhubungan dengan aku dan membedakan aku dari yang bukan aku. Konsep diri ini terbagi menjadi 2 yaitu konsep diri real dan konsep diri ideal. Untuk menunjukkan apakah kedua konsep diri tersebut sesuai atau tidak, Rogers mengenalkan 2 konsep lagi, yaitu Incongruence dan Congruence. Incongruence adalah ketidakcocokan antara self yang dirasakan dalam pengalaman aktual disertai pertentangan dan kekacauan batin. Sedangkan Congruence berarti situasi di mana pengalaman diri diungkapkan dengan seksama dalam sebuah konsep diri yang utuh, integral, dan sejati.
Setiap manusia memiliki kebutuhan dasar akan kehangatan, penghargaan, penerimaan, pengagungan, dan cinta dari orang lain. Kebutuhan ini disebut need for positive regard, yang terbagi lagi menjadi 2 yaitu conditional positive regard (bersyarat) dan unconditional positive regard (tak bersyarat).
Rogers menggambarkan pribadi yang berfungsi sepenuhnya adalah pribadi yang mengalami penghargaan positip tanpa syarat. Ini berarti dia dihargai, dicintai karena nilai adanya diri sendiri sebagai person sehingga ia tidak bersifat defensif namun cenderung untuk menerima diri dengan penuh kepercayaan.
Lima sifat khas orang yang berfungsi sepenuhnya (fully human being):
1. Keterbukaan pada pengalaman
Orang yang berfungsi sepenuhnya adalah orang yang menerima semua pengalaman dengan fleksibel sehingga selalu timbul persepsi baru. Dengan demikian ia akan mengalami banyak emosi (emosional) baik yang positip maupun negatip.
2. Kehidupan Eksistensial
Kualitas dari kehidupan eksistensial dimana orang terbuka terhadap pengalamannya sehingga ia selalu menemukan sesuatu yang baru, dan selalu berubah dan cenderung menyesuaikan diri sebagai respons atas pengalaman selanjutnya.
3. Kepercayaan terhadap organisme orang sendiri
Pengalaman akan menjadi hidup ketika seseorang membuka diri terhadap pengalaman itu sendiri. Dengan begitu ia akan bertingkah laku menurut apa yang dirasanya benar (timbul seketika dan intuitif) sehingga ia dapat mempertimbangkan setiap segi dari suatu situasi dengan sangat baik.
4. Perasaan Bebas
Orang yang sehat secara psikologis dapat membuat suatu pilihan tanpa adanya paksaan – paksaan atau rintangan – rintangan antara alternatif pikiran dan tindakan. Orang yang bebas memiliki suatu perasaan berkuasa secara pribadi mengenai kehidupan dan percaya bahwa masa depan tergantung pada dirinya sendiri, tidak pada peristiwa di masa lampau sehingga ia dapat meilhat sangat banyak pilihan dalam kehidupannya dan merasa mampu melakukan apa saja yang ingin dilakukannya.
5. Kreativitas
Keterbukaan diri terhadap pengalaman dan kepercayaan kepada organisme mereka sendiri akan mendorong seseorang untuk memiliki kreativitas dengan ciri – ciri bertingkah laku spontan, tidak defensif, berubah, bertumbuh, dan berkembang sebagai respons atas stimulus-stimulus kehidupan yang beraneka ragam di sekitarnya.
Kelemahan atau kekurangan pandangan Rogers terletak pada perhatiannya yang semata – mata melihat kehidupan diri sendiri dan bukan pada bantuan untuk pertumbuhan serta perkembangan orang lain. Rogers berpandangan bahwa orang yang berfungsi sepenuhnya tampaknya merupakan pusat dari dunia, bukan seorang partisipan yang berinteraksi dan bertanggung jawab di dalamnya.
Selain itu gagasan bahwa seseorang harus dapat memberikan respons secara realistis terhadap dunia sekitarnya masih sangat sulit diterima. Semua orang tidak bisa melepaskan subyektivitas dalam memandang dunia karena kita sendiri tidak tahu dunia itu secara obyektif.
Rogers juga mengabaikan aspek – aspek tidak sadar dalam tingkah laku manusia karena ia lebih melihat pada pengalaman masa sekarang dan masa depan, bukannya pada masa lampau yang biasanya penuh dengan pengalaman traumatik yang menyebabkan seseorang mengalami suatu penyakit psikologis.
Teori Rogers ini memang sangat populer dengan masyarakat Amerika yang memiliki karakteristik optimistik dan independen karena Rogers memandang bahwa pada dasarnya manusia itu baik, konstruktif dan akan selalu memiliki orientasi ke depan yang positip. Pertanyaannya yaitu : Apakah teori ini juga akan sama efektifnya jika diaplikasikan pada masyarakat dengan budaya, dan struktur sosial serta sistem kemasyarakatan yang berbeda dengan Amerika?
Sumber Referensi:
Schultz, Duane. Psikologi Pertumbuhan: Model – Model Kepribadian Sehat. Jogjakarta: Kanisius, 1991.
http://blog.kenz.or.id/2005/05/02/carl-rogers-psikolog-aliran-humanisme.html
Hari Selasa, Tgl 13 April 2010, Pkl 19:35
Teori humanistik menurut Carl Roger
November 10, 2008 By: aisyah Category: Uncategorized
Teori humanistik,
Menurut Teori humanistik, tujuan belajar adalah untuk memanusiakan manusia. \proses belajar dianggap berhasil jika si pelajar memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Siswa dalam proses belajarnya harus berusaha agar lambatlaun ia mampu mencapai aktualisasi diri dengan sebaik-baiknya. Teori belajar ini berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya, bukan dari sudut pandang pengamatnya.
Carl Rogers
Carl Rogers lahir 8 Januari 1902 di Oak Park, Illinois Chicago, sebagai anak keempat dari enam bersaudara. Semula Rogers menekuni bidang agama tetapi akhirnya pindah ke bidang psikologi. Ia mempelajari psikologi klinis di Universitas Columbia dan mendapat gelar Ph.D pada tahun 1931, sebelumnya ia telah merintis kerja klinis di Rochester Society untuk mencegah kekerasan pada anak.
Menurut Rogers yang terpenting dalam proses pembelajaran adalah pentingnya guru memperhatikan prinsip pendidikan dan pembelajaran, yaitu:
1. Menjadi manusia berarti memiliki kekuatan yang wajar untuk belajar. Siswa tidak harus belajar tentang hal-hal yang tidak ada artinya.
2. Siswa akan mempelajari hal-hal yang bermakna bagi dirinya. Pengorganisasian bahan pelajaran berarti mengorganisasikan bahan dan ide baru sebagai bagian yang bermakna bagi siswa
3. Pengorganisasian bahan pengajaran berarti mengorganisasikan bahan dan ide baru sebagai bagian yang bermakna bagi siswa.
4. Belajar yang bermakna dalam masyarakat modern berarti belajar tentang proses.
Dari bukunya Freedom To Learn, ia menunjukkan sejumlah prinsip-prinsip dasar humanistik yang penting diantaranya ialah :
a. Manusia itu mempunyai kemampuan belajar secara alami.
b.Belajar yang signifikan terjadi apabila materi pelajaran dirasakan murid mempunyai relevansi dengan maksud-maksud sendiri.
c. Belajar yang menyangkut perubahan di dalam persepsi mengenai dirinya sendiri diangap mengancam dan cenderung untuk ditolaknya.
d. Tugas-tugas belajar yang mengancam diri ialah lebih mudah dirasakan dan diasimilasikan apabila ancaman-ancaman dari luar itu semakin kecil.
e.Apabila ancaman terhadap diri siswa rendah, pengalaman dapat diperoleh dengan berbagai cara yang berbeda-beda dan terjadilah proses belajar.
f. Belajar yang bermakna diperoleh siswa dengan melakukannya.
g.Belajar diperlancar bilamana siswa dilibatkan dalam proses belajar dan ikut bertanggungjawab terhadap proses belajar itu.
h.Belajar inisiatif sendiri yang melibatkan pribadi siswa seutuhnya, baik perasaan maupun intelek, merupakan cara yang dapat memberikan hasil yang mendalam dan lestari.
i. Kepercayaan terhadap diri sendiri, kemerdekaan, kreativitas, lebih mudah dicapai terutama jika siswa dibiasakan untuk mawas diri dan mengritik dirinya sendiri dan penilaian dari orang lain merupakan cara kedua yang penting.
j. Belajar yang paling berguna secara sosial di dalam dunia modern ini adalah belajar mengenai proses belajar, suatu keterbukaan yang terus menerus terhadap pengalaman dan penyatuannya ke dalam diri sendiri mengenai proses perubahan itu.
http://teoripembelajaran.teknodik.net/?p=33
Selasa, 13 April 2010, Pkl 19:40 WIB
TOKOH
Rogers lahir di Oak Park, Illinois, pada 8 Januari 1902. Pada umur 12 tahun keluarganya mengusahakan pertanian dan Rogers menjadi tertarik kepada pertanian secara ilmiah. Pertanian ini membawanya ke perguruan tinggi, dan pada tahun-tahun pertama Rogers sangat gemar akan ilmu alam dan ilmu hayat. Setelah menyelesaikan pelajaran di University of Wisconsin pada 1924 Rogers lalu masuk Union Theological College of Columbia; disana Rogers mendapat pandangan yang liberal dan filsafat mengenai agama. Kemudian pindah ke Teachers College of Columbia; disana Rogers terpengaruh oleh filsafat John Dewey serta mengenal psikologi klinis dengan bimbingan L. Hollingworth. Rigers mendapat gelar M.A. pada 1928 dan doctor pada 1931 di Columbia. Pengalaman praktisnya yang pertama-tama diperolehnya di Institute for Child Guidance. Lembaga tersebut orientasinya Freudian. Rogers menemukan bahwa pemikiran Freudian yang spekulatif itu tidak cocok dengan pendidikan yang diterimanya yang mementingkan statistik dan pemikiran menurut aliran Thorndike.
Setelah mendapat gelar doktor dalam psikologi Rogers menjadi staf daripada Rochester Guidance Center dan kemudian menjadi pemimpinnya. Selama masa ini Rogers dipengaruhi oleh Otto Rank, seorang psychoanalyst yang memisahkan diri dari Freudian yang ortodok.
Pada tahun 1940 Rogers menerima tawaran untuk menjadi guru besar psikologi di Ohio State University. Perpindahan dari pekerjaan klinis ke suasana akademis ini dirasa oleh Rogers sendiri sangat tajam. Karena rangsangannya Rogers merasa terpaksa harus membuat pandangannya dalam psikoterapi itu menjadi jelas. Dan ini dkerjakannya pada 1942 dalam buku : Counseling and psychotheraphy. Pada tahun 1945 Rogers menjadi mahaguru psikologi di Universitas of Chicago, yang dijabatnya hingga kini. Tahun 1946-1957 menjadi presiden the American Psychological Association. Dan meninggal dunia tanggal 4 Februari 1987 karena serangan jantung.
STRUKTUR KEPRIBADIAN
Tema pokok dari profesionalnya adalah perhatian terhadap komunikasi antar pribadi. Relasi antara dua pribadi yang saling bertemu dapat menyembuhkan dan saling mengembangkan. Karena itu, Rogers berusaha untuk mengerti sedalam-dalamnya komunikasi dengan orang lain, baik klien, sahabat, ataupun anggota keluarganya, jadi maksud utama Rogers adalah usaha untuk mengerti orang lain dan mendengarkan secara empatik serta keinginannya untuk menyampaikan diri sehingga tidak disalah artikan.
Semua ide Rogers timbul dari pengalaman terapeutiknya dengan individu yang mendapat gangguan emosional. Karena itu, dasar dari teorinya adalah pengalaman klinisnya dimana Rogers tanpa prasangka menyelidiki apa yang tampak sebagai gejala di dalam relasi terapeutiknya. Atas dasar pengalaman tersebut, Rogers sampai pada keyakinan bahwa organisme manusia pada hakikatnya mempunyai tujuan tertentu dan berkembang maju ke depan.
Rogers membedakan ada beberapa macam konsep diri. Konsep diri real dan konsep diri ideal. Menurut Rogers, diri yang real adalah diri yang organismik yaitu diri perasa ( feeling- self ) yang bersifat intuitif dan membuka diri untuk merasakan proses pengalaman organik. Diri yang paling real dapat dialami dalam proses kehidupan perasaan seseorang secara individual dan sangat unik. Adapun tujuan dan dari aktualisasi diri adalah berusaha mengembangkan feeling-self yang asli ini, sering terlihat dalam kehidupan sehari-hari konsep diri terlalu kaku, sempit, palsu, dan cacat. Untuk menunjukkan konsep diri yang sesuai atau terpisah dari perasaan dan pengalaman organismik, Rogers mengajukan dua konsep yaitu congruence dan incongruence. Incongruence adalah ketidakcocokan antara self yang dirasakan dalam pengalaman aktual disertai pertentangan dan kekacauan batin. Congruence berarti situasi dimana pengalaman diri diungkapkan dengan seksama dalam sebuah konsep diri yang utuh, integral, dan sejati.
Rogers melihat sebagai kenyataan bahwa setiap manusia mempunyai kebutuhan dasar akan kehangatan, penghargaan, penerimaan, pengagungan, dan cinta dari orang lain. Kebutuhan itu disebut need for positive regard. Adapun tujuan dari psikoterapinya adalah aktualisasi diri seseorang dengan menciptakan keselarasan antara konsep diri dengan pengalaman individu. Karena itu, Rogers membedakan antara conditional positive regard dan unconditional positive regars.
Conditional positive regard atau penghargaan positif bersyarat misalnya kebanyakan orang tua memuji, menghormati, dan mencintai anak dengan bersyarat, yaitu sejauh anak itu berpikir dan bertingkah laku seperti dikehendaki orang tua. Namun dalam unconditional positive regard disini anak tanpa syarat apapun dihargai dan diterima sepenuhnya.

DINAMIKA KEPRIBADIAN
Rogers mengemukakan lima sifat khas dari seseorang yang berfungsi penuh :
1.Keterbukaan pada pengalaman yang berarti bahwa seseorang tidak bersifat kaku dan defensif melainkan bersifat fleksibel, tidak hanya menerima pengalaman yang diberikan oleh kehidupan, tapi juga dapat menggunakannya dalam membuka kesempatan lahirnya persepsi dan ungkapan-ungkapan baru.
2.Kehidupan eksistensial adalah orang yang tidak mudah berprasangka ataupun memanipulasi pengalaman melainkan menyesuaikan diri karena kepribadiannya terus-menerus terbuka kepada pengalaman baru.
3.Kepercayaan terhadap organisme orang sendiri yang berarti bertingkah laku menurut apa yang dirasa benar, merupakan pedoman yang sangat diandalkan dalam memutuskan suatu tindakan yang lebih dapat diandalkan daripada faktor-faktor risional atau intelektual.
4.Perasaan bebas adalah semakin seseorang sehat secara psikologis, semakin mengalami kebebasan untuk memilih dan bertindak.
5.Kreativitas adalah seorang yang kreatif bertindak dengan bebas dan menciptakan hidup, ide dan rencana yang konstruktif, serta dapat mewujudkan kebutuhan dan potensinya secara kreatif dan dengan cara yang memuaskan.
PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN
Konsep diri ( self concept ) menurut Rogers adalah bagian sadar dari ruang fenomenal yang disadari dan disimbolisasikan, dimana “ aku “ merupakan pusat referensi setiap pengalaman. Konsep diri merupakan bagian inti dari pengalaman individu yang secara perlahan dibedakan dan disimbolisasikan sebagai bayangan tentang diri yang mengatakan “ apa dan siapa aku sebenarnya “ dan “ apa yang sebenarnya harus saya perbuat “. Jadi, self concept adalah kesadaran batin yang tetap, mengenai pengalaman yang berhubungan dengan aku dan membedakan aku dari yang bukan aku.Untuk menunjukkan apakah konsep diri yang konkrit sesuai atau terpisah dari perasaan dan pengalaman organismik, Rogers mengajukan dua konsep yaitu :
Incongruence : Ketidaksesuaian antara konsep diri dan pengalaman organistik disebabkan oleh adanya pengasingan diri yang mendasarkan dalam individu. Dalam hal ini, individu merasa diancam dan takut karena individu ternyata tidak mampu menerima secara terbuka dan fleksibel semua pengalaman dan nilai organismik dalam self concept-nya yang terlalu sempit. Akibat dari semua ini ialah konsep diri tidak utuh, tingkah laku-nya defensif, pikirannya kaku dan picik.
Adapun congruence adalah situasi dimana pengalaman diri diungkapkan dengan seksama dalam sebuah konsep diri, antara diri ideal dan diri sebenarnya. Pertama, tidak boleh ada ancaman apapun bagi konsep diri, maka konselor harus dapat menciptakan situasi yang tidak mengancam klien. Karena itu, tanpa rasa takut dan penuh percaya diri menghadapi dan menyadari semua perasaan tak sadar yang belum tersimbolisasi dan mengancam konsep diri yang sempit. Dengan asimilasi perasaan-perasaan tak sadar tadi, terjadi reorganisasi yang semakin kongruen dengan pengalaman organismik yang asli. Kedua, klien mulai bersikap lunak dan toleran terhadap orang lain. Klien mulai bersikap lunak dan toleran terhadap orang lain. Klien mulai dapat menerima orang lain sebagaimana adanya dan menghargainya.
APLIKASI
Carl Roger sebenarnya tidak begitu banyak memfokuskan kepribadian. Teknik terapi lebih banyak mewarnai berbagai karya akademiknya. Mula-mula corak konseling ini disebut konseling non direktif, kemudian digunakan Client Centered Counseling dengan maksud individualitas konseling yang setaraf dengan individualitas konselor. Menurut Rogers, dalam teknik ini ingin diciptakan suasana pembicaraan yang permisif. Dasar dari teknik ini adalah manusia mampu memulai sendiri arah perkembangannya dan menciptakan kesehatan dan menyeesuaikannya. Sebab itu, konselor harus mempergunakan teknisnya untuk memajukan tendensi perkembangan klien tidak secara langsung tetapi dengan menciptakan kondisi perkembangan yang positif dengan cara permisif. Konselor sebanyak mungkin membatasi diri dengan tidak memberikan nasihat, pedoman, kritik, penilaian, tafsiran, rencana, harapan, dan sebagainya. Dengan cara ini, konselor dapat membantu klien untuk mengemukakan pengertiannya dan rencana hidupnya. Untuk memungkinkan pemahaman ini konselor diharapkan bersifat dan bersikap :
# Menerima ( Acceptance ). Sikap terapis yang ditujukan agar klien dapat melihat
dan mengembangkan diri apa adanya.
# Kehangatan ( Warmth ). Ditujukan agar klien merasa aman dan memiliki
penilaian yang lebih positif tentang dirinya.
# Tampil apa adanya ( Genuine ). Kewajaran yang perlu ditampilkan oleh terapis
agar klien memiliki klien positif.
# Empati ( Emphaty ). Menempatkan diri dalam kerangka acuan batiniah (internal
frame of reference ), klien akan memberikan manfaat besar dalam memahami
diri dan problematikanya.
# Penerimaan tanpa syarat ( Unconditional positive regard ). Sikap penghargaan
tanpa tuntutan yang ditunjukkan terapis pada klien, betapapun negatif perilaku
atau sifat klien, yang kemudian sangat bermanfaat dalam pemecahan masalah.
# Transparansi ( Transparancy ). Penampilan terapis yang transparan atau tanpa
topeng pada saat terapi berlangsung maupun dalam kehidupan keseharian
merupakan hal yang penting bagi klien untuk mempercayai dan menimbulkan
rasa aman terhadap segala sesuatu yang diutarakan.
# Kongruensi ( Congruensi ). Konselor dan konseli berada hubungan sejajar
dalam relasi terapeutik yang sehat. Terapis bukanlah orang yang memiliki
kedudukan lebih tinggi dari kliennya.
Kondisi-kondisi yang memungkinkan klien mengubah diri secara konstruktif mengharuskan klien dan terapis berada dalam kontak psikologis. Dengan demikian, akan dapat dilihat perubahan yang terjadi dalam proses terapi antara lain :
1.Klien akan mengekspresikan pengalaman dan perasaannya tentang kehidupan, dan problem yang dihadapi.
2.Klien akan berkembang menjadi orang yang dapat menilai secara tepat makna perasaannya.
3.Klien mulai merasakan self concept antara dirinya dan pengalaman mereka.
4.Klien sadar penuh akan perasaan yang mengganggu.
5.Klien mampu mengenal konsep diri dengan terapi yang tidak mengancam.
6.Ketika terapi dilanjutkan, konsep dirinya menjadi congruence.
7.Mereka mengembangkan kemampuan dengan pengalaman yang dibentuk oleh unconditional positive regard.
8.Mereka akan mengevaluasi pengalaman-pengalamannya sehingga mempu berelasi sosial dengan baik.
9.Mereka menjadi positif dalam menghargai diri sendiri.
Setelah terapi, klien akan mendapatkan insight secara mendalam terhadap diri dan permasalahannya.
1.Mereka menjadi terbuka terhadap pengalaman dan perasaannya sendiri.
2.Dalam pengalamannya sehari-hari mereka bisa mentransendensikan, jika diperlukan.
3.Mereka menjadi kreatif.
Mereka merasa dalam hidup menjadi lebih baik, juga dalam hubungan dengan orang lain


IMPLIKASI DALAM BK
Dengan metode Client Centered akan membuat klien memberikan pendapat, pengalaman, dan mencari pemecahan sendiri tanpa disadari yang menjadikan dia mandiri.
Menimbulkan konsep diri yang congruence dalam diri klien untuk lebih mengembangkan kepribadiannya. Karena pada dasarnya dalam diri individu sudah ada konsep diri.
DAFTAR PUSTAKA
Rogers, C.R. On Becoming a Person.Boston : Houghton Mifflin, 1961.
Rogers, C.R. Client-Centered Therapy : Its current practice, implications, and theory.Boston : Houghton Mifflin, 1951.
Sumadi, S. Psikologi kepribadian, Yogyakarta, 1966.
http://www.dunia-bk.co.cc/teori-kepribadian-psikologi-self-carl-rogers/
Selasa, 13 April 2010, 20:30
Teori Kepribadian Sehat Menurut Rogers
March 27, 2010
Rogers dikenal sebagai seorang fenomenologis, karena ia sangat menekankan pada realitas yang berarti bagi individu. Realitas setiap orang akan berbeda – beda tergantung pada pengalaman – pengalaman perseptualnya. Rogers mengabaikan aspek – aspek tidak sadar dalam tingkah laku manusia karena ia lebih melihat pada pengalaman masa sekarang dan masa depan, bukannya pada masa lampau yang biasanya penuh dengan pengalaman traumatik yang menyebabkan seseorang mengalami suatu penyakit psikologis. Teori Rogers ini memang sangat populer dengan masyarakat Amerika yang memiliki karakteristik optimistik dan independen karena Rogers memandang bahwa pada dasarnya manusia itu baik, konstruktif dan akan selalu memiliki orientasi ke depan yang positif.
Sumber :
http://wangmuba.com/2009/06/01/kesehatan-jiwa-positif-sebagai-potensi-potensi-bawaan/
selasa, 13 april2010. PKL 20:32
http://www.dunia-bk.co.cc/teori-kepribadian-psikologi-self-carl-rogers/
Teori Humanistik Carl Rogers
December 4th, 2009 • Related • Filed Under
Dasar teori ini sesuai dengan pengertian humanisme pada umumnya, dimana humanisme adalah doktrin, sikap, dan cara hidup yang menempatkan nilai-nilai manusia sebagai pusat dan menekankan pada kehormatan, harga diri, dan kapasitas untuk merealisasikan diri untuk maksud tertentu.
Asumsi dasar teori Rogers adalah:
- Kecenderungan formatif
Segala hal di dunia baik organik maupun non-organik tersusun dari hal-hal yang lebih kecil.
- Kecenderungan aktualisasi
Kecenderungan setiap makhluk hidup untuk bergerak menuju ke kesempurnaan atau pemenuhan potensial dirinya. Tiap individual mempunyai kekuatan yang kreatif untuk menyelesaikan masalahnya.
Struktur Kepribadian
Sejak awal Rogers mengamati bagaimana kepribadian berubah dan berkembang, dan ada tiga konstruk yang menjadi dasar penting dalam teorinya: Organisme, Medan fenomena, dan self.
1. Organisme
Pengertian organisme mencakup tiga hal:
• mahkluk hidup
organisme adalah mahkluk lengkap dengan fungsi fisik dan psikologisnya dan merupakan tempat semua pengalaman, potensi yang terdapat dalam kesadaran setiap saat, yakni persepsi seseorang mengenai kejadian yang terjadi dalam diri dan dunia eksternal
• Realitas Subyektif
Oranisme menganggap dunia seperti yang dialami dan diamatinya. Realita adalah persepsi yang sifatnya subyektif dan dapat membentuk tingkah laku.
• Holisme
Organisme adalah satu kesatuan sistem, sehingga perubahan dalam satu bagian akan berpengaruh pada bagian lain. Setiap perubahan memiliki makna pribadi dan bertujuan, yaitu tujuan mengaktualisasi, mempertahankan, dan mengembangkan diri.
2. Medan Fenomena
Medan fenomena adalah keseluruhan pengalaman, baik yang internal maupun eksternal, baik disadari maupun tidak disadari. Medan fenomena ini merupakan seluruh pengalaman pribadi seseorang sepanjang hidupnya di dunia, sebagaimana persepsi subyektifnya.
3. Diri
Diri dibagi atas 2 subsistem :
•Konsep diri yaitu penggabungan seluruh aspek keberadaan dan pengalaman seseorang yang disadari oleh individual (meski tidak selalu akurat).
•Diri ideal yaitu cita-cita seseorang akan diri.
Terjadinya kesenjangan akan menyebabkan ketidak-seimbangan dan kepribadian menjadi tidak sehat.
Menurut Carl Rogers ada bebeapa hal yang mempengaruhi Self, yaitu:
Kesadaran
Tanpa adanya kesadaran, maka konsep diri dan diri ideal tidak akan ada. Ada 3 tingkat kesadaran.
- Pengalaman yang dirasakan dibawah ambang sadar akan ditolak atau disangkal.
- Pengalaman yang dapat diaktualisasikan secara simbolis akan secara langsung diakui oleh struktur diri.
- Pengalaman yang dirasakan dalam bentuk distorsi. Jika pengalaman yang dirasakan tidak sesuai dengan diri (self), maka dibentuk kembali dan didistorsikan sehingga dapat diasimilasikan oleh konsep diri.
Kebutuhan
- Pemeliharaan
Pemeliharaan tubuh organismik dan pemuasannya akan makanan, air, udara, dan keamanan , sehingga tubuh cenderung ingin untuk statis dan menolak untuk berkembang.
- Peningkatan diri
Meskipun tubuh menolak untuk berkembang, namun diri juga mempunyai kemampuan untuk belajar dan berubah.
- Penghargaan positif (positive regard)
Begitu kesadaran muncul, kebutuhan untuk dicintai, disukai, atau diterima oleh orang lain.
- Penghargaan diri yang positif (positive self-regard)
Berkembangannya kebutuhan akan penghargaan diri (self-regard) sebagai hasil dari pengalaman dengan kepuasan atau frustasi. Diri akan menghindari frustasi dengan mencari kepuasan akan positive self-regard.
Stagnasi Psikis
Stagnasi psikis terjadi bila :
- ada ketidak seimbangan antara konsep diri dengan pengalaman yang dirasakan oleh diri organis.
- Ketimpangan yang semakin besar antara konsep diri dengan pengalaman organis membuat seseorang menjadi mudah terkena serangan. Kurang akan kesadaran diri akan membuat seseorang berperilaku tidak logis, bukan hanya untuk orang lain namun juga untuk dirinya.
- Jika kesadaran diri tersebut hilang, maka muncul kegelisahan tanpa sebab dan akan memuncak menjadi ancaman.
Untuk mencegah tidak konsistennya pengalaman organik dengan konsep diri, maka perlu diadakan pertahanan diri dari kegelisahan dan ancaman. Yaitu:
1. Distorsi adalah salah interpretasi pengalaman dengan konsep diri
2. penyangkalan adalah penolakan terhadap pengalaman
Keduanya menjaga konsistensi antara pengalaman dan konsep diri supaya berimbang.
Dinamika Kepribadian
1. Penerimaan Positif (Positive Regard) → Orang merasa puas menerima regard positif, kemudian juga merasa puas dapat memberi regard positif kepada orang lain.
2. Konsistensi dan Salingsuai Self (Self Consistensy and Congruence) → organisme berfungsi untuk memelihara konsistensi (keajegkan = keadaan tanpa konflik ) dari persepsi diri, dan kongruen (salingsuai) antara persepsi self dengan pengalaman.
3. Aktualisasi Diri (Self Actualization) → Rogers memandang organisme terus menerus bergerak maju. Tujuan tingkahlaku bukan untuk mereduksi tegangan enerji tetapi mencapai aktualisasi diri yaitu kecenderungan dasar organisme untuk aktualisasi: yakni kebutuhan pemeliharaan (maintenance) dan peningkatan diri (enhancement).
Perkembangan Kepribadian
Ada lima ciri kepribadian yang berfungsi sepenuhnya:
1. Terbuka untuk mengalami (openess to experience)
2. Hidup menjadi (Existential living).
3. Keyakinan Organismik (Organismic trusting)
4. Pengalaman kebebasan ( Experiental Freedom).
5. Kreatifitas (Creativity)
Terapi yang Diberikan
Seperti disebutkan di atas, bahwa Rogers menolak psikoanalisis Freud dan behavioris dalam teorinya, sehingga terapi yang digunakannya juga berbeda. Rogers tidak mempermasalahkan bagaimana klien menjadi seperti ini, namun lebih menekankan bagaimana klien akan berubah. Terapis hanya menolong dan mengarahkan klien dan yang melakukan perubahan adalah klien itu sendiri. Itulah sebabnya teori Rogers disebut sebagai person-centered theory.
Kesimpulan Teori Humanistik Carl Rogers
1. Teori Rogers disebut humanis karena teori ini percaya bahwa setiap individu adalah positif, serta menolak teori Freud dan behaviorisme.
2. Asumsi dasar teori Rogers adalah kecenderungan formatif dan kecenderungan aktualisasi.
3. Diri (self) adalah terbentuk dari pengalaman mulai dari bayi, di mana diri terdiri dari 2 subsistem yaitu konsep diri dan diri ideal.
4. Kebutuhan individu ada 4 yaitu : (1) pemeliharaan, (2) peningkatan diri, (3) penghargaan positif (positive regard), dan (4) Penghargaan diri yang positif (positive self-regard)
5. Stagnasi psikis terjadi bila terjadi karena pengalaman dan konsep diri yang tidak konsisten dan untuk menghindarinya adalah pertahanan (1) distorsi dan (2) penyangkalan. Jika gagal dalam menerapkan pertahanan tersebut konsep diri akan hancur dan menyebabkan psikotik.
6. Dalam terapi, terapis hanya menolong dan mengarahkan klien dan yang melakukan perubahan adalah klien itu sendiri.
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/12/teori-humanistik-carl-rogers/
Pkl 20:37, Selasa 13 April 2010

Layanan Konseling Individual dua

Nama klien : Erny Widiastuti
Kelas : IX A
Alamat : Margasari RT 03 RW 14 Tegal
Permasalahan : tidak bisa berkonsentrasi karena adanya konflik keluarga
Pelaksanaan : senin 15 maret 2010
Tempat : Ruang BK
Konselor : Burhanudin

Proses Konseling
TAHAP NO PERTANYAAN KONSELOR / KLIEN TEKNIK
Tahap Pembentukan






1.







Klien ; …. Siang pak ….!

Konselor ; siang…silahkan…ini… Erny yang tadi pagi sms ke bapa ya?

Klien ; Iya pak….

Konselor ; Oke …senang sekali akhirnya bisa bertemu denganmu…. Acceptance








2.


Klien ; Makasih pak…

Konselor ; gimana…hari…ini sudah dihadapi dengan senyuman…? Rapport

3.


Klien ; wah saya dimana-mana selalu tersenyum pak…kan saya Smiler Girl…! (berlagak PD)

Konselor ; Huaduh… ternyata hari ini saya temui calon presenter…tapi sukurlah…indah dunia ini kalau semua cewe kaya erny..” Acceptance
Rapport
4. Klien ; Tapi siang ini ada yang mau saya sampaikan sama pak birhan…

Konselor ; wah…jadi agak nervous ni bapak…ada seorang smiler girl mau menyampaikan sesuatu…emangnya apa yang mau disampaikan…? Terus kenapa mesti saya…? Rapport
Eksplorasi
Perasaan
Identifikasi
Masalah

Analisa 5. Klien ; karena saya yakin bapak bisa menerima apa yang saya sampaikan, dan yang utama bapak kan bukan guru resmi disini…jadi nanti juga akan berpisah…jadi kalau saya mengutarakan hal pribadi pasti tidak akan terbocorkan disekolah ini.

Konselor ; Oh…makasih…ada kepercayaan buat bapak…
Oke sekarang kita mulai…silahkan…”! Attending
Open
Question
6. Klien ; sekarang saya sedang dapat neraka dunia pal”

Konselor ; waowww…neraka dunia..? banyak orang tidak menginginkan hal itu…”bagaimana bentuk nerakanya…? Reflection Of feeling

Eksplorasi pengalaman
7. Klien ; saya dirumah tidak pernah seperti dulu lagi, dulu saya sangat bahagia ada di rumah…sementara disekolah juga tidak nyaman dan sulit untuk melupakan berbagai kejadian dirumah…”

Konselor ; oh…gitu berarti ada yang berubah di dalam kehidupan kamu..? dan itu dari sisi keluarga?

Klien ; iya pak…tapi…saya bingung mencari solusi pemecahan masalahnya.

Konselor ; oke oke sekarang coba ceritakan apa yang melatar belakangi hadirnya neraka dunia itu.. Reflection of feeling









Open question
8. Klien ; orang tua saya mau bercerai pak…(sontak menangis..dan tidak bisa melanjutkan pertanyaan)

Konselor ; (diam..mananti..ketenangan emosianal klien..)




Leading
9. Klien ; mereka sudah berulang kali. Mengutarakan hal itu sama saya pak..” saya sudah diminta mau ikut siapa…

Konselor ; terus..?!

Klien ; saya tidak memilih siapapun…saya ingin hidup sendiri saja…kalo sama bapak, jelasbsaya akan punya ibu tiri, kalao sama ibu…ibu aja kaya gitu (menangis)..”

Konselor ; oh… gitu resah ya..soal masa depan nanti..? kok tau jelas bakalan punya ibu tiri…”






Leading
Open question
10. Klien ; iya pak awalnya dulu kami bahagia pak…sejak adil lahir…mencari mbak buat ngasuh adik…karena bapak dan ibu bekerja…mbak itu yang kayaknya gamguin bapak…kan sering bapak masuk kerja sif malam, sama mbak itu…kayaknya lama kelamaan meraka tidak benar…akhirnya suatu hari ibu memergoki sedikit…bapak ibu makin tidak rukun..
Konselor ; (menarik nafas panjang…sikap empati..) aduh kasian sekali kamu ya..? terus kondisi selanjutnya..” Reflection of feeling

Paraphrasing

11. Klien ; ibu minggat dari rumah sejak dua bulan yang lalu…karena sudah kesal dengan kelakuan bapak…setiap saya main ketempat ibu…selalu diambil paksa oleh bapak…

Konselor ; jadi selama ini erny sering mondar mandir dan semua dengan keadaan terpaksa..?

Leading
Open question
12. Klien ; iya pak…pernah simbah dari ibu datang kerumah…dan berbicara baik – baik sama bapak…dan memang kesepakatan akan cerai…dan sekarang saja mbak itu sudah tidak di rumah…karena saya sering mengamuk…tiap bapak memperlakukan special mbak itu dari pada saya…

Konselor ; lho terus…yang ngrawat adik..?” dan berrati mbak itu sudah pergi dong…?


Supporting




Open question
13. Klien ; tidak pak…malahan bapak mencarikan kos khusus buat dia...dan dicarikan pekerjaan..adik ikut mbah..kalo malem bapak pulang kerja batu diambil…”

Konselor ; ya ampun…malah tambah menjadi ya…” kasihan adik kamu juga kan..?
Focusing
14. Klien ; iya pak…saya tidak mengira dan menyangka bapak akan segitunya…mengorbankan seluruh kebahagian kami demi untuk mbak itu…

Konselor ; aduh… erny…kamu tergolong anak yang kuat sekali ya menghadapi konflik..

Klien ; makasih pak…” tapi lama kelamaan saya tidak kuat juga…!

Konselor ; terus kondisi sekarang sudah sampai tarap mana…?
Supporting
Reflection of feeling
15. Klien ; …(menangis terlebih dahulu..)

Konselor ; oke tahan dulu…lepasin tangismu..memang semua yang Allah berikan…di luar pikiran kita.

Klien ; iya pak…….(menangis agak reda…)

Konselor ; oke..mari kita teruskan…! Gimana kondisi terakhir saat ini…yang dialami erny..?

Supporting
Reflection of feeling


16. Klien ; tiap malam saya Cuma menagis dan menangis…tiap bapak membelikan makanan tidak pernah saya makan…saya lempar keluar kamar terus saya kunci…

Konselor ; aduh… berarti tidak pernah makan malam…dan tiap malam dilalui sendirian di kamar menangis meratapi yang terjadi…membayangkan masa dulu waktu mesih kumpul…dan terbayang masa depan…kemungkinan kamu akan terkatung – katung sendirian…?




Restatement
Paraphrasing

17. Klien ; iya pak…sekarang saya kurus…tidak seperti dulu…belajar dirumah tidak pernah bisa…disekolah saya selalu iri pada teman – teman yang banyak cerita tentang rukunnya orang tua mereka…saya pernah mau bunuh diri…tapi masih diingatkan sama Allah jadi tidak jadi…

Konselor ; astaghfirullah…jangan sebegitunya..! allah member cobaan pada hambanya…sesuai dengan kemampuannya…dan dibalik duka ada hikmah yang mungkin dapat terambil pelajaran…jangan lakukan lagi ya…:

Klien ; iya pak…tapi kadang saya merasa mentok…”

Konselor : iya bapak tau…” jadi sekarang belajarpun jadi kacau…
18. Klien ; kacau…pak…sangat kacau…kemarin waktu semester ini…empat mata pelajaran yang remidi…pada hal seumur – umur dari smp tidak pernah saya mengenal remidi..

Konselor ; wow…berarti sangat melorot ya…itu semua kerena beban dihati dan pikiran yang berat ya…”?




Leading
Sintesis 19. Klien ; iya pak…saya tidak pernah masuk diotak kalo membaca atau belajar di rumah… sikap bapak semakin hari semakin tidak saying sama saya tapi saya pergi ketempat ibu tidak boleh…”

Konselor ; kok…mengatakan makin tidak sayang…dengan dasar apa..”
Clarification
Open question
20. Klien ; akhir – akhir ini sudah sering marah marah sama saya…pernah saya dilempar tusuk gorengan sampai kena lengan saya…karena saya protes akan keadaan keluarga saat ini…tiap saya bilang “sekarang lebih saying sama mbak itu dari pada aku…”dia jawab “kalo bapak rak sayang nopo kowe tesih tak openi dan tak ragati sekolah”…terus saya hanya diam dan menangis..
Konselor ; aduh benar – benar neraka ya..?


Paraphrasing
Leading

21. Klien ; iya pak…saya pernah bertanya tentang masa depan saya…dia bilang “terserah”!...saya minta dikuliahin…suruh minta sama ibu…tapi tiap kali saya ketemu sama ibu dia marah…

Konselor ; wah…sampai sebegitunya ya bapak.. nah sekarang keinginanmu apa…

Paraphrasing
Leading
Diagnosa 22. Klien ; saya tidak ingin apa – apa lagi pak…saya rela menalakukan apapun…menjadi wujud apapun…mati sekalipun…asal bapak dan ibu rukun kembali kayak dulu…(kembali menangis)

Konselor ; oke…oke…bapak tau…(tarik nafas panjang diam menunggu ketenangan emosi klien)




Focusing
23. Klien ; maafin saya ya pak…membebani bapak…

Konselor ; bapak bahagia kok menjadi kepercayaan erny dalam hal ini…santai saja yah..

Focusing
Summarizing
24. Klien ; makasih pak…lalu kira kira apa yang harus saya lakukan…?

Konselor ; kira – kira rencana bapak sama ibu itu seberapa kuat dan sekarang sampai tingkat mana…

Klien ; yang pasti…kemarin simbah dari ibu sudah datang kerumah…saya Cuma didalam menangis…tapi kemudian saya dipanggil…sama mbah diminta memutuskan saya ikut siapa…berarti kan…sudah serius pak..? tiap malam minggu bapak tidak tidur dirumah…dan mungkin tidur di kosnya mbak itu…yang bikin kesel lagi…untuk melampiaskan kejengkelan…ibuibu juga sudah punya pacar juga…seorang polisi yang duda..”

Konselor ; apa..?!!! aduhhh..”kenapa gini..”?


Problem limit

Summarizing

prognosis 25. Klien ; iya pak…saya juga tidak habis pikir…tapi ibu kaya gitu setelah kondisi ini terjadi…kaya semacam balas dendam gitu pak.

Konselor ; …oke…bapak mengerti…apa yang dilakukan ibumu hal yang wajar meskipun ityu juga tidak bisa dibenarkan…terus seandainya benar – benar jadi cerai rencana kamu..? Leading
Prediction
26. Klien ; saya tidak ikut siapapun…saya akan mandiri…ya cari kerja…ngekos to pak…dan tidak terpengaruh oleh siapapun…kalo perlu saya akan meninggalkan margasari dan menghapus semua kenangan dan memulai lembaran baru dengan diri saya sendiri.

Konselor ; lho…kok berani begitu..? Supporting
Prediction

Treatment 27. Klien ; iya pak…ketimbang ikut salah satu dan tidak bahagia karena dapat orang tua tiri.

Konselor ; tapi mungkinkah rencana orang tua bisa digagalkan…

Reflection of feeling
Open question
28. Klien ; kalo menurut saya pak melihat gelagat…sudah terlibatnya mbah…kayaknya tidak mungkin deh pak…soale kayaknya tinggal nunggu dielnya…

Konselor ; jadi rencana kamu untuk nanti rencananya pergi beneran…?




Supporting
29. Klien ; ya pak…setelah sekian lama saya berada dalam keadaan ini saya tidak kuat.

Konselor ; oke…
Terapi 30. Klien ; apa yang sebaiknya saya kalukan pak…?

Konselor ; menurut bapak rencana itu bisa digagalkan,…dengan pertolongan Allah SWT.


Supporting
31. Klien ; ya pak…masih ada harapan dengan mu’jizat allah…tapi bagaimana jika tidak

Konselor ; selama kita percaya, dan kita berdo’a insyallah pertolongan ada.
32. Klien ; iya pak makasih…doain saya pak…

Konselor ; iya bapak do’ain erny…yang tabah ya…
33. Klien ; iya pak makasih… banget bapak mau dengerin saya…

Konselor ; itu sedah jadi kewajiban saya kok… makasih juga ya…

Pihak yang disertakan :
Catatan khusus :
Margasari, 17 Maret 2010
Kepala Sekolah pembimbing

Sandy Riky














Nama : Aris Setyo Pratomo
NPM : 1108501018
Progdi / Semerter : BK / IV A


TIDAK BISA BERKONSENTRASI
KARENA ADANYA KONFLIK KELUARGA

Erny Widiastuti siswi kelas IX A mengalami masalah keluarga, masalah ini dipicu karana kedatangan seorang perempuan yang bertugas sebagai penjada adiknya. Ayah dan ibu erny bekerja tidak ada yanga menjaga adiknya sehingga memutuskan mencari pengasuh bayi, tetapi seiring waktu berlalu ternyata ayah erny dan perempuan itu berselungkuh.
Perselingkuhan ini diketahui oleh istrinya, sehingga istrinya memutuskan untuk kabur dari rumah dan meminta cerai. Sedangkan erny merasa hidupnya tidak nyaman dan tenang lagi. Ia selalu kena marah ayahnya, bakhan ia juga dilarang bertemu dengan ibunya. Situasi ini semakin runyam ketika simbah sari ibunya erny datang dengan maksud membicarakan perceraian mereka. Spontan erny pun terkejut dan bertambah masalah yang dihadapinya.
Ternyata ibunya pun mendapatkan pacar baru yaitu seorang polisi duda. Sikap ini dikarenakan keinginan untuk balas dendam, atas perlakuan yang diterimanya. Setiap kali erny bertemu dengan ibunya ia selalu kena marah oleh ayahnya.

Layanan Konseling Individual dua

Nama klien : Erny Widiastuti
Kelas : IX A
Alamat : Margasari RT 03 RW 14 Tegal
Permasalahan : tidak bisa berkonsentrasi karena adanya konflik keluarga
Pelaksanaan : senin 15 maret 2010
Tempat : Ruang BK
Konselor : Burhanudin

Proses Konseling
TAHAP NO PERTANYAAN KONSELOR / KLIEN TEKNIK
Tahap Pembentukan






1.







Klien ; …. Siang pak ….!

Konselor ; siang…silahkan…ini… Erny yang tadi pagi sms ke bapa ya?

Klien ; Iya pak….

Konselor ; Oke …senang sekali akhirnya bisa bertemu denganmu…. Acceptance








2.


Klien ; Makasih pak…

Konselor ; gimana…hari…ini sudah dihadapi dengan senyuman…? Rapport

3.


Klien ; wah saya dimana-mana selalu tersenyum pak…kan saya Smiler Girl…! (berlagak PD)

Konselor ; Huaduh… ternyata hari ini saya temui calon presenter…tapi sukurlah…indah dunia ini kalau semua cewe kaya erny..” Acceptance
Rapport
4. Klien ; Tapi siang ini ada yang mau saya sampaikan sama pak birhan…

Konselor ; wah…jadi agak nervous ni bapak…ada seorang smiler girl mau menyampaikan sesuatu…emangnya apa yang mau disampaikan…? Terus kenapa mesti saya…? Rapport
Eksplorasi
Perasaan
Identifikasi
Masalah

Analisa 5. Klien ; karena saya yakin bapak bisa menerima apa yang saya sampaikan, dan yang utama bapak kan bukan guru resmi disini…jadi nanti juga akan berpisah…jadi kalau saya mengutarakan hal pribadi pasti tidak akan terbocorkan disekolah ini.

Konselor ; Oh…makasih…ada kepercayaan buat bapak…
Oke sekarang kita mulai…silahkan…”! Attending
Open
Question
6. Klien ; sekarang saya sedang dapat neraka dunia pal”

Konselor ; waowww…neraka dunia..? banyak orang tidak menginginkan hal itu…”bagaimana bentuk nerakanya…? Reflection Of feeling

Eksplorasi pengalaman
7. Klien ; saya dirumah tidak pernah seperti dulu lagi, dulu saya sangat bahagia ada di rumah…sementara disekolah juga tidak nyaman dan sulit untuk melupakan berbagai kejadian dirumah…”

Konselor ; oh…gitu berarti ada yang berubah di dalam kehidupan kamu..? dan itu dari sisi keluarga?

Klien ; iya pak…tapi…saya bingung mencari solusi pemecahan masalahnya.

Konselor ; oke oke sekarang coba ceritakan apa yang melatar belakangi hadirnya neraka dunia itu.. Reflection of feeling









Open question
8. Klien ; orang tua saya mau bercerai pak…(sontak menangis..dan tidak bisa melanjutkan pertanyaan)

Konselor ; (diam..mananti..ketenangan emosianal klien..)




Leading
9. Klien ; mereka sudah berulang kali. Mengutarakan hal itu sama saya pak..” saya sudah diminta mau ikut siapa…

Konselor ; terus..?!

Klien ; saya tidak memilih siapapun…saya ingin hidup sendiri saja…kalo sama bapak, jelasbsaya akan punya ibu tiri, kalao sama ibu…ibu aja kaya gitu (menangis)..”

Konselor ; oh… gitu resah ya..soal masa depan nanti..? kok tau jelas bakalan punya ibu tiri…”






Leading
Open question
10. Klien ; iya pak awalnya dulu kami bahagia pak…sejak adil lahir…mencari mbak buat ngasuh adik…karena bapak dan ibu bekerja…mbak itu yang kayaknya gamguin bapak…kan sering bapak masuk kerja sif malam, sama mbak itu…kayaknya lama kelamaan meraka tidak benar…akhirnya suatu hari ibu memergoki sedikit…bapak ibu makin tidak rukun..
Konselor ; (menarik nafas panjang…sikap empati..) aduh kasian sekali kamu ya..? terus kondisi selanjutnya..” Reflection of feeling

Paraphrasing

11. Klien ; ibu minggat dari rumah sejak dua bulan yang lalu…karena sudah kesal dengan kelakuan bapak…setiap saya main ketempat ibu…selalu diambil paksa oleh bapak…

Konselor ; jadi selama ini erny sering mondar mandir dan semua dengan keadaan terpaksa..?

Leading
Open question
12. Klien ; iya pak…pernah simbah dari ibu datang kerumah…dan berbicara baik – baik sama bapak…dan memang kesepakatan akan cerai…dan sekarang saja mbak itu sudah tidak di rumah…karena saya sering mengamuk…tiap bapak memperlakukan special mbak itu dari pada saya…

Konselor ; lho terus…yang ngrawat adik..?” dan berrati mbak itu sudah pergi dong…?


Supporting




Open question
13. Klien ; tidak pak…malahan bapak mencarikan kos khusus buat dia...dan dicarikan pekerjaan..adik ikut mbah..kalo malem bapak pulang kerja batu diambil…”

Konselor ; ya ampun…malah tambah menjadi ya…” kasihan adik kamu juga kan..?
Focusing
14. Klien ; iya pak…saya tidak mengira dan menyangka bapak akan segitunya…mengorbankan seluruh kebahagian kami demi untuk mbak itu…

Konselor ; aduh… erny…kamu tergolong anak yang kuat sekali ya menghadapi konflik..

Klien ; makasih pak…” tapi lama kelamaan saya tidak kuat juga…!

Konselor ; terus kondisi sekarang sudah sampai tarap mana…?
Supporting
Reflection of feeling
15. Klien ; …(menangis terlebih dahulu..)

Konselor ; oke tahan dulu…lepasin tangismu..memang semua yang Allah berikan…di luar pikiran kita.

Klien ; iya pak…….(menangis agak reda…)

Konselor ; oke..mari kita teruskan…! Gimana kondisi terakhir saat ini…yang dialami erny..?

Supporting
Reflection of feeling


16. Klien ; tiap malam saya Cuma menagis dan menangis…tiap bapak membelikan makanan tidak pernah saya makan…saya lempar keluar kamar terus saya kunci…

Konselor ; aduh… berarti tidak pernah makan malam…dan tiap malam dilalui sendirian di kamar menangis meratapi yang terjadi…membayangkan masa dulu waktu mesih kumpul…dan terbayang masa depan…kemungkinan kamu akan terkatung – katung sendirian…?




Restatement
Paraphrasing

17. Klien ; iya pak…sekarang saya kurus…tidak seperti dulu…belajar dirumah tidak pernah bisa…disekolah saya selalu iri pada teman – teman yang banyak cerita tentang rukunnya orang tua mereka…saya pernah mau bunuh diri…tapi masih diingatkan sama Allah jadi tidak jadi…

Konselor ; astaghfirullah…jangan sebegitunya..! allah member cobaan pada hambanya…sesuai dengan kemampuannya…dan dibalik duka ada hikmah yang mungkin dapat terambil pelajaran…jangan lakukan lagi ya…:

Klien ; iya pak…tapi kadang saya merasa mentok…”

Konselor : iya bapak tau…” jadi sekarang belajarpun jadi kacau…
18. Klien ; kacau…pak…sangat kacau…kemarin waktu semester ini…empat mata pelajaran yang remidi…pada hal seumur – umur dari smp tidak pernah saya mengenal remidi..

Konselor ; wow…berarti sangat melorot ya…itu semua kerena beban dihati dan pikiran yang berat ya…”?




Leading
Sintesis 19. Klien ; iya pak…saya tidak pernah masuk diotak kalo membaca atau belajar di rumah… sikap bapak semakin hari semakin tidak saying sama saya tapi saya pergi ketempat ibu tidak boleh…”

Konselor ; kok…mengatakan makin tidak sayang…dengan dasar apa..”
Clarification
Open question
20. Klien ; akhir – akhir ini sudah sering marah marah sama saya…pernah saya dilempar tusuk gorengan sampai kena lengan saya…karena saya protes akan keadaan keluarga saat ini…tiap saya bilang “sekarang lebih saying sama mbak itu dari pada aku…”dia jawab “kalo bapak rak sayang nopo kowe tesih tak openi dan tak ragati sekolah”…terus saya hanya diam dan menangis..
Konselor ; aduh benar – benar neraka ya..?


Paraphrasing
Leading

21. Klien ; iya pak…saya pernah bertanya tentang masa depan saya…dia bilang “terserah”!...saya minta dikuliahin…suruh minta sama ibu…tapi tiap kali saya ketemu sama ibu dia marah…

Konselor ; wah…sampai sebegitunya ya bapak.. nah sekarang keinginanmu apa…

Paraphrasing
Leading
Diagnosa 22. Klien ; saya tidak ingin apa – apa lagi pak…saya rela menalakukan apapun…menjadi wujud apapun…mati sekalipun…asal bapak dan ibu rukun kembali kayak dulu…(kembali menangis)

Konselor ; oke…oke…bapak tau…(tarik nafas panjang diam menunggu ketenangan emosi klien)




Focusing
23. Klien ; maafin saya ya pak…membebani bapak…

Konselor ; bapak bahagia kok menjadi kepercayaan erny dalam hal ini…santai saja yah..

Focusing
Summarizing
24. Klien ; makasih pak…lalu kira kira apa yang harus saya lakukan…?

Konselor ; kira – kira rencana bapak sama ibu itu seberapa kuat dan sekarang sampai tingkat mana…

Klien ; yang pasti…kemarin simbah dari ibu sudah datang kerumah…saya Cuma didalam menangis…tapi kemudian saya dipanggil…sama mbah diminta memutuskan saya ikut siapa…berarti kan…sudah serius pak..? tiap malam minggu bapak tidak tidur dirumah…dan mungkin tidur di kosnya mbak itu…yang bikin kesel lagi…untuk melampiaskan kejengkelan…ibuibu juga sudah punya pacar juga…seorang polisi yang duda..”

Konselor ; apa..?!!! aduhhh..”kenapa gini..”?


Problem limit

Summarizing

prognosis 25. Klien ; iya pak…saya juga tidak habis pikir…tapi ibu kaya gitu setelah kondisi ini terjadi…kaya semacam balas dendam gitu pak.

Konselor ; …oke…bapak mengerti…apa yang dilakukan ibumu hal yang wajar meskipun ityu juga tidak bisa dibenarkan…terus seandainya benar – benar jadi cerai rencana kamu..? Leading
Prediction
26. Klien ; saya tidak ikut siapapun…saya akan mandiri…ya cari kerja…ngekos to pak…dan tidak terpengaruh oleh siapapun…kalo perlu saya akan meninggalkan margasari dan menghapus semua kenangan dan memulai lembaran baru dengan diri saya sendiri.

Konselor ; lho…kok berani begitu..? Supporting
Prediction

Treatment 27. Klien ; iya pak…ketimbang ikut salah satu dan tidak bahagia karena dapat orang tua tiri.

Konselor ; tapi mungkinkah rencana orang tua bisa digagalkan…

Reflection of feeling
Open question
28. Klien ; kalo menurut saya pak melihat gelagat…sudah terlibatnya mbah…kayaknya tidak mungkin deh pak…soale kayaknya tinggal nunggu dielnya…

Konselor ; jadi rencana kamu untuk nanti rencananya pergi beneran…?




Supporting
29. Klien ; ya pak…setelah sekian lama saya berada dalam keadaan ini saya tidak kuat.

Konselor ; oke…
Terapi 30. Klien ; apa yang sebaiknya saya kalukan pak…?

Konselor ; menurut bapak rencana itu bisa digagalkan,…dengan pertolongan Allah SWT.


Supporting
31. Klien ; ya pak…masih ada harapan dengan mu’jizat allah…tapi bagaimana jika tidak

Konselor ; selama kita percaya, dan kita berdo’a insyallah pertolongan ada.
32. Klien ; iya pak makasih…doain saya pak…

Konselor ; iya bapak do’ain erny…yang tabah ya…
33. Klien ; iya pak makasih… banget bapak mau dengerin saya…

Konselor ; itu sedah jadi kewajiban saya kok… makasih juga ya…

Pihak yang disertakan :
Catatan khusus :
Margasari, 17 Maret 2010
Kepala Sekolah pembimbing

Sandy Riky














Nama : Aris Setyo Pratomo
NPM : 1108501018
Progdi / Semerter : BK / IV A


TIDAK BISA BERKONSENTRASI
KARENA ADANYA KONFLIK KELUARGA

Erny Widiastuti siswi kelas IX A mengalami masalah keluarga, masalah ini dipicu karana kedatangan seorang perempuan yang bertugas sebagai penjada adiknya. Ayah dan ibu erny bekerja tidak ada yanga menjaga adiknya sehingga memutuskan mencari pengasuh bayi, tetapi seiring waktu berlalu ternyata ayah erny dan perempuan itu berselungkuh.
Perselingkuhan ini diketahui oleh istrinya, sehingga istrinya memutuskan untuk kabur dari rumah dan meminta cerai. Sedangkan erny merasa hidupnya tidak nyaman dan tenang lagi. Ia selalu kena marah ayahnya, bakhan ia juga dilarang bertemu dengan ibunya. Situasi ini semakin runyam ketika simbah sari ibunya erny datang dengan maksud membicarakan perceraian mereka. Spontan erny pun terkejut dan bertambah masalah yang dihadapinya.
Ternyata ibunya pun mendapatkan pacar baru yaitu seorang polisi duda. Sikap ini dikarenakan keinginan untuk balas dendam, atas perlakuan yang diterimanya. Setiap kali erny bertemu dengan ibunya ia selalu kena marah oleh ayahnya.

DAFTAR NAMA ANAK YANG TELAH MENGUMPULKAN DAFTAR NILAI UNTUK MATA KULIAH TEORI KEPERIBADIAN

1. ABDUL CHARIS B
2. ANITA NURFITRIANA B
3. ADVITYA VIDYA BINTARI B
4. AIDA FADILA B
5. ALFAT BUDIARTO B
6. AMY FERSI KWIFA B
7. ANGGA PERMADI B
8. DHENI MUKTI P B
9. ANNISA HASTANING F B
10. ANWAR BANI B
11. ARI REZA ANTONI ADITIA A
12. ARIS SETYO P B
13. ASMAWI B
14. ASRONI WIDODO B
15. ATIK TREI HASANAH B
16. BANI SASMITO
17. BAYU AJI B
18. DANNY NUR SETYAWAN
19. DEWI AYU PURWA INDAH B
20. DEWI AYU SEPTIYANTI B
21. DIAN PUJI ASTUTI B
22. DIAN SAPUTRA B
23. DIDI SINGGIH PRAMANA B
24. ESTI KOMARA B
25. M. YASYKUR ARIF A
26. FAJAR NUGROHO B

Islam Jama’ah
Oleh al-Ustadz Abu Ihsan

[Sumber : http://salafyoon.net]
Islam Jama’ah adalah suatu nama jama’ah sempalan yang sangat identik dengan khawarij. Kelompok ini pusatnya di Indonesia dan hampir tidak terdengar namanya di luar Indonesia, walaupun mereka mengaku-ngaku bahwa jama’ah mereka ini telah mendunia. Jama’ah ini didirikan oleh seorang yang bernama Nur Hasan Ubaidah, yang menurut pengakuannya bahwa jema’ah ini telah ada sejak tahun 1941. Namun yang benar ia baru dibai’at pada tahun 1960. Kelompok ini berdiri pertama kalinya dengan nama Darul Hadits. Lalu kemudian berganti-ganti nama menjadi YPID (Yayasan Pendidikan Islam Djama’ah), lalu LEMKARI dan pada tahun 1991 menjadi LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia). Penggantian ini dalam rangka menyesuaikan dengan keadaan dan supaya tidak ketahuan jejak mereka jika mulai timbul ketidaksukaan dari masyarakat.

Berikut sekilas tentang jemaah mereka.

# Sistem Pengajian

Sistem pengajian mereka disebut mangkul. Yaitu bahwasanya kajian hadits dan Al-Qur’an harus memakai isnad. Mereka berdalil dengan perkataan Ibnul Mubarok :

Isnad itu bagian dari agama. Kalau tanpa isnad, maka siapa saja akan berkata apa yang dia sukai.

Dalam masalah hadits, Nur Hasan Ubaidah mengaku mempunyai isnad sampai ke Imam Bukhari dan Imam-Imam yang lainnya. Sedang dalam masalah Al-Qur’an, dia mengaku mempunyai isnad sampai ke Ali bin Abu Thalib dan Utsman bin Affan, bahkan sampai ke malaikat Jibril. Siapa saja yang memiliki isnad selain Islam Jema’ah dianggap tidak sah dan palsu. Menurut mereka barang siapa yang beramal tanpa isnad sama saja amalnya tidak sah dan tidak diterima oleh Allah. Sehingga wajar saja jika kita masuk mesjid atau rumah mereka, mereka selalu mengepel bekas kita karena menganggap toharoh kita tidak sah sehingga kita dianggap membawa najis.

# Islam Jama’ah dan Hadits Nabi

Menurut mereka, shahih tidaknya suatu hadits tergantung kepada amir mereka. Sebuah hadits palsu dapat dianggap hadits shahih jika menurut amir mereka hadist shahih.

# Sistem Keamiran

Menurut mereka, mendirikan kelompok (jema’ah) dan berbai’at terhadap amir adalah wajib. Dalil-dalil yang mereka gunakan adalah :

1. Hadits tentang iftiroq (terpecahnya) umat menjadi 73 golongan. Dan dalam suatu lafaz hasits tersebut Rosulullah menjelaskan hanya satu golongan yang masuk surga yaitu al-Jama’ah. Menurut mereka, itulah jema’ah mereka yang disebut oleh Rosulullah.

2. Sebuah hadits yang menurut mereka diriwayatkan oleh Imam Ahmad, namun ternyata tidak ada. Yaitu hadits :

Tidak ada islam kecuali dengan jama’ah dan tidak ada jama’ah kecuali dengan amir dan tidak ada amir kcuali dengan bai’at.

Itu hanyalah ucapan Umar bin Al-Kaththab yang diriwayatkan oleh Ad-Darimi dengan sanad yang dhaif didalam sanadnya ada perawi majhul dan lemah (lihat silsilah fatawa syar’iyyah karya syaikh Abul-Hasan As-Sulamani fatwa no.39)

3. Surat Al-Isro’ ayat 71

Pada hari yang Kami panggil setiap orang dengan imamnya (kitab catatan amalnya), maka barang siapa yang didatangkan kitabnya dari kanannya, maka mereka membaca kitabnya dan mereka tidak dirugikan sedikitpun.

Menurut mereka pada hari kiamat nanti setiap orang akan dpanggil bersama imamnya yaitu amirnya. Barang siapa yang tidak punya amir, maka dia akan dikumpulkan bersama orang-orang kafir.

Anggota-anggota Islam Jama’ah sangat taat kepada amirnya. Mereka berdalil dengan surat An-Nisa ayat 59 :

Hai orang-orang yang beriman, taatlah kalian kepada Allah dan taatlah kepada Rosul dan Ulil amri diantara kalian.

Menurut mereka hanyalah disebut orang beriman jika telah taat kepada Allah, Rosulullah, dan amir mereka. Tidak cukup hanya taat kepada Allah dan Rosulullah. Jadi perintah Allah sama dengan perintah Rosul sama dengan perintah amir mereka. Bahkan jika mereka berbuat ma’siat kepada Allah, bisa dimaafkan dengan cukup beristigfar. Namun jika bersalah kepada amir, maka tidak cukup hanya beristigfar tapi juga harus dengan membuat surat pernyataan tobat (yang hal ini merupakan tasyabuh dengan orang-orang Kristen Katolik) dan membayar kafarah yang ditentukan menurut selera amir mereka.

# Perekonomian

Jalannya kegiatan amir dan para pengurus jema’ah mereka yaitu dengan menarik sodaqoh wajib dari setiap anggotanya sekian persen dari pendapatannya. Besar sodaqoh wajib (yang lebih cocok disebut pajak) ini berubah-ubah sesuai keputusan amir, dan setiap anggota tidak sama berdasarkan kekayaan mereka.

# Pengkafiran terhadap orang-orang di luar jama’ah mereka

Perlu diketahui bahwasanya jenis anggota mereka secara umum terbagi dua, yaitu fanatik (bersifat keras tanpa toleransi) dan moderat (ada sedikit toleransi terhadap orang-orang diluar jema’ah mereka). Yang moderat ini biasanya adalah anggota-anggota baru yang mereka anggap seperti muallaf. Mereka masih mau sholat dengan orang-orang diluar jema’ah mereka, namun lama-kelamaan juga akan sama seperti yang fanatik Sedangkan yang fanatik, mereka menganggap semua orang yang diluar kelompok mereka adalah kafir. Sehingga mereka tidak mau sholat diimami atau di mesjid orang-orang yang bukan anggota jema’ah mereka. Bahkan mereka boleh mengambil harta orang diluar jema’ah mereka asal tidak membahayakan mereka.

# Aqidah Mereka

Menurut mereka orang yang melakukan dosa besar kekal di dalam neraka. Dan orang-orang yang tidak membai’at imam mereka adalah kafir dan najis. Selain itu mereka mempunyai suatu aqidah yang identik dengan taqiyyahnya orang-orang Syi’ah. Mereka menamakannya Fathonah bithonah Budiluhur Luhuringgbudi Karena Allah. Yaitu bolehnya berbohong demi kepentingan jema’ah mereka. Mereka berdalil dengan kisah berbohongnya Nabi Ibrohim ketika berkata bahwa patung besar yang telah menghancurkan patung-patung yang kecil.

# Sistem Doktrin Ajaran Mereka

Kekuatan doktrinnya tertumpu pada ‘Sistem 354′ yaitu : 3 = Jamaah, Quran dan Hadits. 5 = Program lima bab berisi janji/sumpah bai’at keepada sang amir yaitu : Mengaji, Mengamal, Membela, Sambung jamaah dan Taat Amir. 4 = Tali pengikat Iman yang terdiri dari : Syukur kepada Amir, Menganggungkan Amir, Bersungguh-sungguh dan Berdoa.

# Peringatan

Kita harus berhati-hati terhadap mereka, jangan sampai tertipu oleh mereka. Sering sekali mereka menutupi sifat-sifat mereka. Sehingga ketika mereka mendakwahi orang awam seakan-akan mereka seperti orang biasa yang mau berjabat tangan dengan orang lain, tidak mengkafirkan orang lain, dan tidak menganggap orang lain membawa najis dan sebagainya. Padahal ini semua adalah tipuan mereka yang mereka sebut dengan bitonah agar bisa mempunyai anggota yang sebanyak-banyaknya.

(dinukil dengan ringkas dari kaset sesatnya Islam jama’ah oleh Ustadz Hasyim Rifa’i dahulunya beliau adalah anggota Islam Jama’ah dan buku Bahaya Islam Jamaah Lemkari dan LDII).

Jumat, 25 Juni 2010

Lampu Lalu Lintas




0diggsdigg
Lampu Lalu Lintas
Penulis : Team Andriewongso.com
Senin, 10-Maret-2008
Apa jadinya jika di dunia ini tidak ada lampu lalu lintas tiga warna atau traffic light? Barangkali, risiko kecelakaan di jalan-terutama di persimpangan-akan sangat besar. Maka, berterima kasihlah pada penemu lampu lalu lintas, Garrett Augustus Morgan.

Suatu kali, ia melihat tabrakan antara mobil dengan kereta kuda. Kejadian itu membekas dalam pikirannya. Karena itu, ia berpikir serius untuk mencari solusi agar kejadian tersebut tak terulang. Maka, pria Amerika berkulit hitam ini segera memutar otak bagaimana membuat sistem lalu lintas lebih aman.

Sebenarnya, ketika itu sudah ada penemuan sistem pengaturan lalu lintas dua sinyal, merah dan hijau. Lampu tersebut pernah dipakai di London pada tahun 1863. Namun, sinyal itu dihentikan penggunaannya karena pada saat beroperasi lampunya meledak. Selain itu, pengaturan dua sinyal stop dan go memiliki kelemahan yaitu tidak adanya interval waktu bagi pengguna jalan sehingga masih banyak menimbulkan tabrakan.

Karena itu, penemuan Garrett dianggap menjadi solusi yang tepat untuk mengatur lalu lintas. Ia menemukan lampu lalu lintas yang berbentuk huruf T yang terdiri dari tiga sinyal stop (lampu merah), go (lampu hijau), dan posisi stop (lampu kuning). Lampu kuning membuat para pengguna jalan memiliki interval waktu untuk berjalan maupun berhenti. Sehingga pada saat lampu kuning, pengguna jalan dapat berjalan atau berhenti dengan perlahan-lahan.

Khusus di malam hari, lampu kuning yang berada di tengah dapat berkedip-kedip untuk memberikan tanda pada pengguna jalan agar lebih berhati-hati di persimpangan. Maklumlah, biasanya saat malam hari, persimpangan amat sepi sehingga bisa saja pengendara dari arah lain datang dengan tiba-tiba.

Penemuan Garrett ini merupakan sebuah penemuan yang sangat berharga. Sebab, manfaatnya mengatur lalu lintas sangat terasa. Tentu, dibutuhkan ketaatan bagi siapa saja untuk mematuhinya agar keselamatan di jalan raya tetap terjaga. Jadi, sudahkah Anda mematuhi lampu lalu lintas selama ini?

http://andriewongso.com/awartikel-1130-Tahukah_Anda-Lampu_Lalu_Lintas

Mencapai Potensi Hidup Yang Maksimal

Setiap orang mendambakan masa depan yang lebih baik ; kesuksesan dalam karir,
rumah tangga dan hubungan sosial, namun seringkali kita terbentur oleh berbagai
kendala. Dan kendala terbesar justru ada pada diri kita sendiri.
Melalui karyanya, Joel Osteen menantang kita untuk keluar dari pola pikir yang
sempit dan mulai berpikir dengan paradigma yang baru.

Ada 7 langkah agar kita mencapai potensi hidup yang maksimal :

* Langkah pertama adalah perluas wawasan. Anda harus memandang kehidupan ini
dengan mata iman, pandanglah dirimu sedang melesat ke level yang lebih tinggi.
Anda harus memiliki gambaran mental yang jelas tentang apa yang akan Anda raih.
Gambaran ini harus menjadi bagian dari dirimu, didalam benakmu, dalam percakapanmu,
meresap ke pikiran alam bawah sadarmu, dalam perbuatanmu dan dalam setiap
aspek kehidupanmu.

* Langkah ke dua adalah mengembangkan gambar diri yang sehat. Itu artinya Anda harus
melandasi gambar dirimu diatas apa yang Tuhan katakan tentang Anda.
Keberhasilanmu meraih tujuan sangat tergantung pada bagaimana Anda memandang
dirimu sendiri dan apa yang Anda rasakan tentang dirimu. Sebab hal itu akan menentukan
tingkat kepercayaan diri Anda dalam bertindak. Fakta menyatakan bahwa Anda tidak akan
pernah melesat lebih tinggi dari apa yang Anda bayangkan mengenai dirimu sendiri

* Langkah ke tiga adalah temukan kekuatan dibalik pikiran dan perkataanmu.
Target utama serangan musuh adalah pikiranmu. Ia tahu sekiranya ia
berhasil mengendalikan dan memanipulasi apa yang Anda pikirkan, maka ia
akan berhasil mengendalikan dan memanipulasi seluruh kehidupanmu.
Pikiran menentukan prilaku, sikap dan gambar diri. Pikiran menentukan tujuan.
Alkitab memperingatkan kita untuk senantiasa menjaga pikiran.

* Langkah ke empat adalah lepaskan masa lalu, biarkanlah ia pergi...
Anda mungkin saja telah kehilangan segala yang tidak seorangpun patut mengalaminya
dalam hidup ini. Jika Anda ingin hidup berkemenangan , Anda tidak boleh memakai
trauma masa lalu sebagai dalih untuk membuat pilihan-pilihan yang buruk saat ini.
Anda harus berani tidak menjadikan masa lalu sebagai alasan atas sikap burukmu
selama ini, atau membenarkan tindakanmu untuk tidak mengampuni seseorang.

* Langkah ke lima adalah temukan kekuatan di dalam keadaan yang paling buruk sekalipun
Kita harus bersikap :" Saya boleh saja terjatuh beberapa kali dalam hidup ini, tetapi
tetapi saya tidak akan terus tinggal dibawah sana." Kita semua menghadapi
tantangan dalam hidup ini . KIta semua pasti mengalami hal-hal yang datang
menyerang kita. Kita boleh saja dijatuhkan dari luar, tetapi kunci untuk hidup
berkemenangan adalah belajar bagaimana untuk bangkit lagi dari dalam.


* Langkah ke enam adalah memberi dengan sukacita. Salah satu tantangan terbesar
yang kita hadapi adalah godaan untuk hidup mementingkan diri sendiri.
Sebab kita tahu bahwa Tuhan memang menginginkan yang terbaik buat kita,
Ia ingin kita makmur, menikmati kemurahanNya dan banyak lagi yang Ia sediakan buat kita,
namun kadang kita lupa dan terjebak dalam prilaku mementingkan diri sendiri.
Sesungguhnya kita akan mengalami lebih banyak sukacita dari yang pernah dibayangkan
apabila kita mau berbagi hidup dengan orang lain.

* Langkah ke tujuh adalah memilih untuk berbahagia hari ini. Anda tidak harus menunggu
sampai semua persoalanmu terselesaikan. Anda tidak harus menunda kebahagiaan
sampai Anda mencapai semua sasaranmu. Tuhan ingin Anda berbahagia apapun kondisimu,
sekarang juga !
http://artikel-motivasi.blogspot.com/