Jumat, 02 Juli 2010

Layanan Konseling Individual dua

Nama klien : Erny Widiastuti
Kelas : IX A
Alamat : Margasari RT 03 RW 14 Tegal
Permasalahan : tidak bisa berkonsentrasi karena adanya konflik keluarga
Pelaksanaan : senin 15 maret 2010
Tempat : Ruang BK
Konselor : Burhanudin

Proses Konseling
TAHAP NO PERTANYAAN KONSELOR / KLIEN TEKNIK
Tahap Pembentukan






1.







Klien ; …. Siang pak ….!

Konselor ; siang…silahkan…ini… Erny yang tadi pagi sms ke bapa ya?

Klien ; Iya pak….

Konselor ; Oke …senang sekali akhirnya bisa bertemu denganmu…. Acceptance








2.


Klien ; Makasih pak…

Konselor ; gimana…hari…ini sudah dihadapi dengan senyuman…? Rapport

3.


Klien ; wah saya dimana-mana selalu tersenyum pak…kan saya Smiler Girl…! (berlagak PD)

Konselor ; Huaduh… ternyata hari ini saya temui calon presenter…tapi sukurlah…indah dunia ini kalau semua cewe kaya erny..” Acceptance
Rapport
4. Klien ; Tapi siang ini ada yang mau saya sampaikan sama pak birhan…

Konselor ; wah…jadi agak nervous ni bapak…ada seorang smiler girl mau menyampaikan sesuatu…emangnya apa yang mau disampaikan…? Terus kenapa mesti saya…? Rapport
Eksplorasi
Perasaan
Identifikasi
Masalah

Analisa 5. Klien ; karena saya yakin bapak bisa menerima apa yang saya sampaikan, dan yang utama bapak kan bukan guru resmi disini…jadi nanti juga akan berpisah…jadi kalau saya mengutarakan hal pribadi pasti tidak akan terbocorkan disekolah ini.

Konselor ; Oh…makasih…ada kepercayaan buat bapak…
Oke sekarang kita mulai…silahkan…”! Attending
Open
Question
6. Klien ; sekarang saya sedang dapat neraka dunia pal”

Konselor ; waowww…neraka dunia..? banyak orang tidak menginginkan hal itu…”bagaimana bentuk nerakanya…? Reflection Of feeling

Eksplorasi pengalaman
7. Klien ; saya dirumah tidak pernah seperti dulu lagi, dulu saya sangat bahagia ada di rumah…sementara disekolah juga tidak nyaman dan sulit untuk melupakan berbagai kejadian dirumah…”

Konselor ; oh…gitu berarti ada yang berubah di dalam kehidupan kamu..? dan itu dari sisi keluarga?

Klien ; iya pak…tapi…saya bingung mencari solusi pemecahan masalahnya.

Konselor ; oke oke sekarang coba ceritakan apa yang melatar belakangi hadirnya neraka dunia itu.. Reflection of feeling









Open question
8. Klien ; orang tua saya mau bercerai pak…(sontak menangis..dan tidak bisa melanjutkan pertanyaan)

Konselor ; (diam..mananti..ketenangan emosianal klien..)




Leading
9. Klien ; mereka sudah berulang kali. Mengutarakan hal itu sama saya pak..” saya sudah diminta mau ikut siapa…

Konselor ; terus..?!

Klien ; saya tidak memilih siapapun…saya ingin hidup sendiri saja…kalo sama bapak, jelasbsaya akan punya ibu tiri, kalao sama ibu…ibu aja kaya gitu (menangis)..”

Konselor ; oh… gitu resah ya..soal masa depan nanti..? kok tau jelas bakalan punya ibu tiri…”






Leading
Open question
10. Klien ; iya pak awalnya dulu kami bahagia pak…sejak adil lahir…mencari mbak buat ngasuh adik…karena bapak dan ibu bekerja…mbak itu yang kayaknya gamguin bapak…kan sering bapak masuk kerja sif malam, sama mbak itu…kayaknya lama kelamaan meraka tidak benar…akhirnya suatu hari ibu memergoki sedikit…bapak ibu makin tidak rukun..
Konselor ; (menarik nafas panjang…sikap empati..) aduh kasian sekali kamu ya..? terus kondisi selanjutnya..” Reflection of feeling

Paraphrasing

11. Klien ; ibu minggat dari rumah sejak dua bulan yang lalu…karena sudah kesal dengan kelakuan bapak…setiap saya main ketempat ibu…selalu diambil paksa oleh bapak…

Konselor ; jadi selama ini erny sering mondar mandir dan semua dengan keadaan terpaksa..?

Leading
Open question
12. Klien ; iya pak…pernah simbah dari ibu datang kerumah…dan berbicara baik – baik sama bapak…dan memang kesepakatan akan cerai…dan sekarang saja mbak itu sudah tidak di rumah…karena saya sering mengamuk…tiap bapak memperlakukan special mbak itu dari pada saya…

Konselor ; lho terus…yang ngrawat adik..?” dan berrati mbak itu sudah pergi dong…?


Supporting




Open question
13. Klien ; tidak pak…malahan bapak mencarikan kos khusus buat dia...dan dicarikan pekerjaan..adik ikut mbah..kalo malem bapak pulang kerja batu diambil…”

Konselor ; ya ampun…malah tambah menjadi ya…” kasihan adik kamu juga kan..?
Focusing
14. Klien ; iya pak…saya tidak mengira dan menyangka bapak akan segitunya…mengorbankan seluruh kebahagian kami demi untuk mbak itu…

Konselor ; aduh… erny…kamu tergolong anak yang kuat sekali ya menghadapi konflik..

Klien ; makasih pak…” tapi lama kelamaan saya tidak kuat juga…!

Konselor ; terus kondisi sekarang sudah sampai tarap mana…?
Supporting
Reflection of feeling
15. Klien ; …(menangis terlebih dahulu..)

Konselor ; oke tahan dulu…lepasin tangismu..memang semua yang Allah berikan…di luar pikiran kita.

Klien ; iya pak…….(menangis agak reda…)

Konselor ; oke..mari kita teruskan…! Gimana kondisi terakhir saat ini…yang dialami erny..?

Supporting
Reflection of feeling


16. Klien ; tiap malam saya Cuma menagis dan menangis…tiap bapak membelikan makanan tidak pernah saya makan…saya lempar keluar kamar terus saya kunci…

Konselor ; aduh… berarti tidak pernah makan malam…dan tiap malam dilalui sendirian di kamar menangis meratapi yang terjadi…membayangkan masa dulu waktu mesih kumpul…dan terbayang masa depan…kemungkinan kamu akan terkatung – katung sendirian…?




Restatement
Paraphrasing

17. Klien ; iya pak…sekarang saya kurus…tidak seperti dulu…belajar dirumah tidak pernah bisa…disekolah saya selalu iri pada teman – teman yang banyak cerita tentang rukunnya orang tua mereka…saya pernah mau bunuh diri…tapi masih diingatkan sama Allah jadi tidak jadi…

Konselor ; astaghfirullah…jangan sebegitunya..! allah member cobaan pada hambanya…sesuai dengan kemampuannya…dan dibalik duka ada hikmah yang mungkin dapat terambil pelajaran…jangan lakukan lagi ya…:

Klien ; iya pak…tapi kadang saya merasa mentok…”

Konselor : iya bapak tau…” jadi sekarang belajarpun jadi kacau…
18. Klien ; kacau…pak…sangat kacau…kemarin waktu semester ini…empat mata pelajaran yang remidi…pada hal seumur – umur dari smp tidak pernah saya mengenal remidi..

Konselor ; wow…berarti sangat melorot ya…itu semua kerena beban dihati dan pikiran yang berat ya…”?




Leading
Sintesis 19. Klien ; iya pak…saya tidak pernah masuk diotak kalo membaca atau belajar di rumah… sikap bapak semakin hari semakin tidak saying sama saya tapi saya pergi ketempat ibu tidak boleh…”

Konselor ; kok…mengatakan makin tidak sayang…dengan dasar apa..”
Clarification
Open question
20. Klien ; akhir – akhir ini sudah sering marah marah sama saya…pernah saya dilempar tusuk gorengan sampai kena lengan saya…karena saya protes akan keadaan keluarga saat ini…tiap saya bilang “sekarang lebih saying sama mbak itu dari pada aku…”dia jawab “kalo bapak rak sayang nopo kowe tesih tak openi dan tak ragati sekolah”…terus saya hanya diam dan menangis..
Konselor ; aduh benar – benar neraka ya..?


Paraphrasing
Leading

21. Klien ; iya pak…saya pernah bertanya tentang masa depan saya…dia bilang “terserah”!...saya minta dikuliahin…suruh minta sama ibu…tapi tiap kali saya ketemu sama ibu dia marah…

Konselor ; wah…sampai sebegitunya ya bapak.. nah sekarang keinginanmu apa…

Paraphrasing
Leading
Diagnosa 22. Klien ; saya tidak ingin apa – apa lagi pak…saya rela menalakukan apapun…menjadi wujud apapun…mati sekalipun…asal bapak dan ibu rukun kembali kayak dulu…(kembali menangis)

Konselor ; oke…oke…bapak tau…(tarik nafas panjang diam menunggu ketenangan emosi klien)




Focusing
23. Klien ; maafin saya ya pak…membebani bapak…

Konselor ; bapak bahagia kok menjadi kepercayaan erny dalam hal ini…santai saja yah..

Focusing
Summarizing
24. Klien ; makasih pak…lalu kira kira apa yang harus saya lakukan…?

Konselor ; kira – kira rencana bapak sama ibu itu seberapa kuat dan sekarang sampai tingkat mana…

Klien ; yang pasti…kemarin simbah dari ibu sudah datang kerumah…saya Cuma didalam menangis…tapi kemudian saya dipanggil…sama mbah diminta memutuskan saya ikut siapa…berarti kan…sudah serius pak..? tiap malam minggu bapak tidak tidur dirumah…dan mungkin tidur di kosnya mbak itu…yang bikin kesel lagi…untuk melampiaskan kejengkelan…ibuibu juga sudah punya pacar juga…seorang polisi yang duda..”

Konselor ; apa..?!!! aduhhh..”kenapa gini..”?


Problem limit

Summarizing

prognosis 25. Klien ; iya pak…saya juga tidak habis pikir…tapi ibu kaya gitu setelah kondisi ini terjadi…kaya semacam balas dendam gitu pak.

Konselor ; …oke…bapak mengerti…apa yang dilakukan ibumu hal yang wajar meskipun ityu juga tidak bisa dibenarkan…terus seandainya benar – benar jadi cerai rencana kamu..? Leading
Prediction
26. Klien ; saya tidak ikut siapapun…saya akan mandiri…ya cari kerja…ngekos to pak…dan tidak terpengaruh oleh siapapun…kalo perlu saya akan meninggalkan margasari dan menghapus semua kenangan dan memulai lembaran baru dengan diri saya sendiri.

Konselor ; lho…kok berani begitu..? Supporting
Prediction

Treatment 27. Klien ; iya pak…ketimbang ikut salah satu dan tidak bahagia karena dapat orang tua tiri.

Konselor ; tapi mungkinkah rencana orang tua bisa digagalkan…

Reflection of feeling
Open question
28. Klien ; kalo menurut saya pak melihat gelagat…sudah terlibatnya mbah…kayaknya tidak mungkin deh pak…soale kayaknya tinggal nunggu dielnya…

Konselor ; jadi rencana kamu untuk nanti rencananya pergi beneran…?




Supporting
29. Klien ; ya pak…setelah sekian lama saya berada dalam keadaan ini saya tidak kuat.

Konselor ; oke…
Terapi 30. Klien ; apa yang sebaiknya saya kalukan pak…?

Konselor ; menurut bapak rencana itu bisa digagalkan,…dengan pertolongan Allah SWT.


Supporting
31. Klien ; ya pak…masih ada harapan dengan mu’jizat allah…tapi bagaimana jika tidak

Konselor ; selama kita percaya, dan kita berdo’a insyallah pertolongan ada.
32. Klien ; iya pak makasih…doain saya pak…

Konselor ; iya bapak do’ain erny…yang tabah ya…
33. Klien ; iya pak makasih… banget bapak mau dengerin saya…

Konselor ; itu sedah jadi kewajiban saya kok… makasih juga ya…

Pihak yang disertakan :
Catatan khusus :
Margasari, 17 Maret 2010
Kepala Sekolah pembimbing

Sandy Riky














Nama : Aris Setyo Pratomo
NPM : 1108501018
Progdi / Semerter : BK / IV A


TIDAK BISA BERKONSENTRASI
KARENA ADANYA KONFLIK KELUARGA

Erny Widiastuti siswi kelas IX A mengalami masalah keluarga, masalah ini dipicu karana kedatangan seorang perempuan yang bertugas sebagai penjada adiknya. Ayah dan ibu erny bekerja tidak ada yanga menjaga adiknya sehingga memutuskan mencari pengasuh bayi, tetapi seiring waktu berlalu ternyata ayah erny dan perempuan itu berselungkuh.
Perselingkuhan ini diketahui oleh istrinya, sehingga istrinya memutuskan untuk kabur dari rumah dan meminta cerai. Sedangkan erny merasa hidupnya tidak nyaman dan tenang lagi. Ia selalu kena marah ayahnya, bakhan ia juga dilarang bertemu dengan ibunya. Situasi ini semakin runyam ketika simbah sari ibunya erny datang dengan maksud membicarakan perceraian mereka. Spontan erny pun terkejut dan bertambah masalah yang dihadapinya.
Ternyata ibunya pun mendapatkan pacar baru yaitu seorang polisi duda. Sikap ini dikarenakan keinginan untuk balas dendam, atas perlakuan yang diterimanya. Setiap kali erny bertemu dengan ibunya ia selalu kena marah oleh ayahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar