| |
Bagaimana bila suatu saat mereka bisa menduduki jabatan stategis dan basah. Jadi mereka tinggal meningkatkan kreativitasnya untuk korupsi. Intinya adalah masalah kesempatan saja, yang berarti produk undang-undang dan aplikasinya hanyalah tindakan pemberan |
http://www.ubb.ac.id/menulengkap.php?judul=KORUPSI,%20KOLUSI%20DAN%20NEPOTISME%20REFLEKSI%20DARI%20KETIDAKTERTIBAN%20SOSIAL&&nomorurut_artikel=1 |
Jumat, 25 Juni 2010
KORUPSI, KOLUSI DAN NEPOTISME REFLEKSI DARI KETIDAKTERTIBAN SOSIAL
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
turunkan saja secara paksa, bla perlu bantai aja pkai golok!!
BalasHapusaq jga stuju itu.
BalasHapus